Makalah Skala
Prioritas
Disusun
oleh
Nama : Rima Melati
Kelas : X IPS 6
SMA Negeri 5 Kota
Jambi
Tahun Ajaran
2014/2015
Kata
Pengantar
Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Kuasa atas segala limpahan
Rahmat, Inayah, Taufik dan Hinayahnya sehingga saya dapat menyelesaikan
penyusunan makalah ini dalam bentuk maupun isinya yang sangat sederhana. Semoga
makalah ini dapat dipergunakan sebagai salah satu acuan, petunjuk maupun
pedoman bagi pembaca dalam administrasi pendidikan dalam profesi keguruan.
Harapan saya semoga makalah ini membantu menambah pengetahuan dan
pengalaman bagi para pembaca, sehingga saya dapat memperbaiki bentuk maupun isi
makalah ini sehingga kedepannya dapat lebih baik.
Makalah ini saya akui masih banyak kekurangan karena pengalaman yang
saya miliki sangat kurang. Oleh kerena itu saya harapkan kepada para pembaca
untuk memberikan masukan-masukan yang bersifat membangun untuk kesempurnaan
makalah ini.
Jambi, 23
November 2014
Penulis
Daftar isi
Kata
Pengantar………………………………………………………………………………………………………………….2
Daftar
isi…………………………………………………………………………………………………………………………...3
Bab
1 Pendahuluan…………………………………………………………………………………………………..........4
A. Latar
belakang………………………………………………………………………………………………………4
B. Rumusan Masalah…………………………………………………………………………………………………5
C. Tujuan
Penulisan…………………………………………………………………………………………………..5
D. Manfaat
Penulisan……………………………………………………………………………………………….5
Bab
2 Pembahasan…………………………………………………………………………………………….……………..6
1. Pengertian Skala Prioritas…………………………………………………………………………….…..6
2. Langkah langkah membuat Skala
Prioritas….………………………………………………..6
3. Contoh Skala Prioritas………………………..……………………………………………………………..6
4. Pertimbangan yang dimiliki dalam
membuat Skala Prioritas…………………….8
5. Berdasarkan waktu
pemenuhannya………………………..………………......................10
6. Hal hal yang mempengaruhi prioritas
manusia………….……………………………….11
7. Mengelola Keuangan Pribadi dengan
prioritas kebutuhan……………………….12
Bab
3 Penutup………………………………………………………………………………………………………………...15
A.
Kesimpulan…………………………………………………………………………………………………………..15
B.
Saran…………………………………………………………………………………………………………………….15
Daftar
Pustaka
Bab 1
Pendahuluan
A.
Latar
Belakang
Manusia secara sadar maupun tidak
sadar memiliki kebutuhan yang sangat banyak dibandingkan dengan alat atau
sumber daya pemenuhan kebutuhan yang jumlahnya terbatas. Dengan alasan itu maka
manusia harus bisa memilih dan menentukan mana kebutuhan yang di anggap paling
penting dan paling utama dibandingkan dengan kebutuhan yang lain.
Ada pepatah kebutuhan pangan lebih
mendesak dan utama dibandingkan kebutuhan papan. Mungkin itu benar dalam
kenyataan bagi beberapa kalangan manusia. Itulah sebagai contoh bagaimana
manusia menyusun skala prioritas. Namun bagaimanapun juga kebutuhan papan
penting untuk menjaga kesehatan.
Setiap
orang seharusnya memiliki skala prioritas yang memang dijalankan dengan baik.
Skala prioritas adalah daftar yang dibuat oleh seseorang dari hal yang paling
mendesak sampai hal yang sebaliknya. Skala prioritas membantu kita
menentukan, mana yang harus dikerjakan lebih dulu.
Dalam
membeli suatu barang, kita dihadapkan kepada banyak sedikitnya dana yang kita
miliki, sehingga kemudian kita harus menentukan barang mana yang akan kita beli
terlebih dahulu. Pasti, pada saat kita memikirkan barang mana yang paling
penting diantara barang-barang yang penting tersebut, akan ada kebingungan
ketika kita merasa bahwa semua barang itu paling penting diantara barang-barang
lainnya. Nah, disinilah skala prioritas digunakan. Dengan skala prioritas, kita
dapat menentukan, apakah barang A sangat
diperlukan sekarang atau mungkin barang B belum urgen (yang mana yang harus
didahulukan) untuk digunakan sekarang sehingga dapat dibeli di lain waktu.
B. Rumusan
Masalah
1. Mengapa
kita membutuhkan skala prioritas?
3. Bagaimana
cara kita dapat menjalankan skala prioritas dengan benar?
C.
Tujuan Penulisan
1.
Standar
pengawasan, yaitu mencocokkan pelaksanaan dgn perencanaan.
2.
Mengetahui kapan pelaksanaan dan selesainya
suatu kegiatan.
3.
Mengetahui siapa saja yang terlibat, baik
kualifikasi maupun kuantitasnya.
4.
Mendapatkan kegiatan yang sistematis termasuk
biaya dan kualitas pekerjaan.
5.
Meminimalkan kegiatan yang tidak produktif
dan menghemat biaya, tenaga dan waktu.
6.
Memberikan gambaran yang menyeluruh mengenai
kegiatan pekerjaan.
7.
Menyerasikan dan memadukan beberapa kegiatan.
8.
Mendeteksi hambatan yang akan ditemui.
9.
Mengarahkan pada pencapaian tujuan
D.
Manfaat Penulisan
1.
Pemilihan berbagai
alternatif terbaik.
2.
Menghemat pemanfaatan sumber
daya organisasi.
3.
Membantu Manajer
Menyesuaikan diri dengan perubahan lingkungan.
4.
Alat untuk memudahkan dalam
berkoordinasi dengan pihak terkait.
5.
Alat meminimalkan pekerjaan
yang tidak pasti.
6.
Mempermudah aktivitas atau
pekerjaan kita.
Bab 2
Pembahasan
1. Pengertian Skala Prioritas
Skala
prioritas adalah suatu daftar bermacam macam kebutuhan yang disusun berdasarkan
tingkat kepentingannya,yaitu dari yang paling penting sampai dengan kebutuhan
yang dapat ditunda pemenuhannya.
2. Langkah Langkah membuat Skala Prioritas
a.
Mencatat semua kebutuhan
yang ada.
b.
Membuat urutan kebutuhan
berdasakan tingkat kepentingannya.
c.
Membuat beberapa catatan
kebutuhan alokasi dana yang ada.
d.
Memilih catatan kebutuhan
yang paling memberi manfaat secara optimal.
e.
Belanja sesuai dengan daftar
yang telah ditentukan
3. Contoh Skala Prioritas
Ida seorang
siswa SMP Kelas 2 mendapat uang saku setiap bulannya Rp 200.000,- sedangkan
kebutuhan Ida setiap bulan adalah sebagai berikut :
a.
Jajan
b.
Tabungan
c.
Buku
Tulis
d.
Foto
kopi
e.
Alat
Tulis
f.
Transportasi
kemudian Ida membuat skala prioritas
kebutuhannya dari yang terpenting seperti berikut :
a. Transportasi
b. Alat Tulis
c. Buku Tulis
d. Fotokopi
e. Tabungan
f. Jajan
urutan tersebut dibuat dengan
pertimbangan perhitungan tertentu diantaranya sebagai berikut :
a. Transportasi penting karena kalau
tidak di utamakan tidak dapat sekolah.
b. Alat tulis di gunakan untuk alat
mencatat yang perlu dicatat.
c. Buku tulis untuk catatan materi
pelajaran yang perlu dicatat.
d. Fotokopi pada urutan ke empat karena
bisa dirasa tidak cukup dananya tidak perlu fotokopi,lebih baik mencatat bisa
sambil belajar.
e. Tabungan merupakan kebutuhan yang
perlu dipertimbangkan.
f. Jajan bisa dipenuhi bisa tidak.
Berdasarkan uang saku yang di terima
kemudian membuat catatan alokasi penggunaan uang saku tersebut,yaitu sebagai
berikut :
a. Transportasi : Rp 90.000,-
b. Alat tulis : Rp 10.000,-
c. Buku tulis : Rp 20.000,-
d. Fotokopi : Rp 30.000,-
e. Tabungan : Rp 20.000,-
f. Jajanan : Rp 30.000,-
4. Pertimbangan dalam membuat Skala
Prioritas
1. Tingkat Urgensi
bagaimana didalam menentukan
pilihan, mana yang harus didahulukan harus perlu dipertimbangkan seberapa jauh
tingkat kepentingan hal tersebut.
Contoh : Ada seorang anak yang akan menghadapai ujian, pada malam sebelum hari ujian ia akan belajar, namun
tiba-tiba lampu kamar mati dan dia juga belum membeli pensil, manakah yang
lebih penting dari lampu belajar atau membeli pensil? Dalam kasus ini hal yang
diutamakan adalah membeli lampu kamar sebagai sarana penerangan belajar,
sedangkan alat tulis bisa meminjam kakak atau adik terlebih dahulu.
2. Kesempatan yang dimiliki
Apabila suatu
kebutuhan hanya dibutuhkan pada saat itu saja, maka perlu didahulukan. Misalkan
dalam suatu kondisi darurat, keselamatan atau kesehatan merupakan hal yang
paling diutamakan. Demi kesembuhan dan kesehatan maka obat merupakan kebutuhan
nomor satu dan yang paling utama untuk didahulukan dibandingkan hal lainnya
yang bisa ditunda dan dikesampingkan terlebih dahulu.
3. Pertimbangan Masa depan
Bagaimana jika
dalam menghadapai pilihan yang sulit, maka faktor masa depan juga perlu
dipertimbangkan.
Contoh : Ada berbagai pilihan bidang les yang
ingin kita ikuti, namun karena keterbatasan suatu hal maka kita harus
menentukan salah satu dan tidak bisa memilih keduanya, manakah yang harus kita
pilih? Dalam hal ini kita harus mempertimbangkan mana yang paling bermanfaat
bagi masa depan kita? Matematika atau Bahasa Inggris? Kedua hal tersebut
semuanya penting, namun mengutamakan Bahasa Inggris merupakan pilihan yang
paling tepat, sebab kegunaan Bahasa Inggris dimda depan yang akan datang lebih
luas dibandingkan dengan Matematika. Ini adalah salah satu pilihan yang
didasarkan dengan kebutuhan untuk masa depan.
4. Kemampuan diri
Hal terakhir yang bisa menjadi bahan
pertimbangan adalah berawal dari sifat manusia yang mempunyai banyak keinginan
dan selalu merasa tidak puas, namun ada hambatan karena keterbatasan kemampuan,
baik dari segi ekonomi maupun yang lain. Maka perlu dipertimbangkan pula
berdasarkan kemampuan yang dimiliki, baik dari segi materi maupun non materi
agar pilihan yang diambil bisa tepat sesuai kemampuan.
Contoh : Di era jaman sekarang ini, persaingan hidup dikota besar
sangatlah ketat dan memaksa manusia untuk saling berlomba agar tidak tertinggal
dengan yang lain. Dalam kondisi kesemrawutan ini, kadang muncul persaingan yang
tidak sehat, berusaha memaksakan diri agar bisa sama dengan orang lain tanpa
mempertimbangkan kemampuan diri, akibatnya belum tentu akan bertahan lama, bisa
saja malah semakin menderita dikarenakan keterbatasan yang dimiliki.
5. Berdasarkan waktu pemenuhannya
1. HAVE TO DO (Penting dan Mendesak)
HAVE
TO DO, sesuatu yang harus dikerjakan sekarang juga karena waktunya sudah mepet
dan kalo gak dikerjakan bisa buruk akibatnya. Contohnya, mengerjakan tugas
kuliah yang dikumpulkan besok pagi atau mengantarkan istri yang mau melahirkan
ke rumah sakit. Coba bayangkan kalo kita gak melakukan itu semua, bisa fatal.
Makanya, hal-hal yang termasuk dalam prioritas HAVE TO DO ini memang harus
dikerjakan saat ini juga.
2. NEED TO DO (Penting tapi Tidak Mendesak)
NEED
TO DO, sesuatu yang harus dikerjakan tapi tidak mendesak karena masih ada waktu
lain untuk mengerjakannya. Namun jika pengerjaannya ditunda-tunda bisa berubah
menjadi HAVE TO DO, dan apabila gak dikerjakan bisa berakibat buruk. Sebenarnya
banyak sekali hal yang termasuk dalam prioritas NEED TO DO. Contohnya belajar
materi untuk UAS meskipun ujian masih dua bulan lagi, atau menabung untuk biaya
kuliah anak yang masih SD. Namun seringkali penyakit malas dan procrastinate
(menunda-nunda) mengubah hal-hal tersebut menjadi HAVE TO DO ketika sudah
dikejar-kejar oleh deadline alias
jatuh tempo.
3. PROMPT TO DO (Tidak Penting tapi Mendesak)
PROMPT
TO DO, sesuatu yang sebenarnya tidak perlu dilakukan oleh seseorang tapi harus
dikerjakan sekarang juga. Nah, hal-hal seperti ini bisa saja kita kerjakan
sendiri jika memang gak ada hal lain yang HAVE TO DO atau NEED TO DO. Namun
apabila kita sedang ada sesuatu yang HAVE TO DO atau sedang banyak NEED
TO DO, sebaiknya sesuatu yang PROMPT TO DO ini didelegasikan kepada orang lain.
Kebanyakan hal-hal yang PROMPT TO DO ini adalah sesuatu yang menyangkut orang
lain, bukan hanya diri kita sendiri. Contohnya apa ya? Misalnya membeli
rokok untuk tamu yang sedang ada di rumah. Sebaiknya suruh saja adik kita yang
masih SD untuk membelinya, karena kita sendiri sedang ngobrol dengan tamu
tersebut atau kita sedang ada kerjaan lain yang lebih penting.
4. WANT TO DO (Tidak Penting dan Tidak Mendesak)
WANT
TO DO, sesuatu yang gak penting dan gak harus dikerjakan sekarang juga. Ya
sebaiknya sih tunda saja, atau gak usah dikerjakan. Tetapi ya namanya juga
manusia, pasti memiliki keinginan untuk melakukan sesuatu hal yang dapat
memuaskan dirinya, meskipun sebenarnya hal itu gak ada manfaatnya sama sekali
dan gak perlu juga untuk dilakukan. Misalnya main game, baca komik, atau nonton
film.
6. Hal hal yang mempengaruhi prioritas
kebutuhan manusia
1. Tingkat urgensinya
Yang
mana harus di dahulukan
2. Kesempatan yang dimiliki
Misalnya : obat, saat sakit menjadi hal
utama, yang lain menjadi hal kedua
3. Pertimbangan masa depan
Agar masa depan gemilang
kita perlu mendapatkan pendidikan maka dari itu pendidikan beserta pelengkapnya
harus di utamakan juga.
4. Kemampuan diri
Berawal dari sifat manusia
yang mempunyai banyak keinginan dan selalu merasa tidak puas, namun ada
hambatan karena keterbatasan kemampuan, baik dari segi ekonomi maupun yang
lain.
5. Tingkat pendapatan
Alternatif pilihan
bagi seorang yang berpenghasilan tinggi, berbeda dengan orang yang
berpenghasilan menengah atau rendah.
6. Status
sosial
Alternatif yang
diprioritaskan bagi seorang guru berbeda dengan
pedagang kaki lima.
7. Lingkungan
Lingkungan
orang-orang kaya mempunyai alternatif pilihan yang berbeda dengan lingkungan
orang-orang biasa. Dalam memenuhi kebutuhan, manusia mendahulukan kebutuhan
yang dianggap penting, mendesak, dan pokok. Setelah kebutuhan-kebutuhan
tersebut terpenuhi manusia akan memenuhi kebutuhan pada prioritas berikutnya,
agar mencapai kepuasan yang maksimal.
7.
Mengelola
keuangan pribadi dengan prioritas kebutuhan
1.
Membuat
perencanaan
Merencanakan
pendapatan dan pengeluaran merupakan titik awal mengelola keuangan. Dengan
perencanaan yang baik, kita dapat mengatur kebutuhan dan menentukan skala
prioritas kebutuhan mana yang harus didahulukan untuk dipenuhi. Meskipun pada
prakteknya seringkali tidak sesuai dengan perencanaan namun setidaknya dengan
perencanaan kita akan lebih mudah mencapai tujuan.
• Tulis pos-pos rencana Pendapatan dan Pengeluaran dalam
satu bulan
• Atur pengeluaran jangan sampai lebih besar pasak
daripada tiang
•Bedakan antara kebutuhan dan keinginan
• Buat skala prioritas, mana kebutuhan yang sangat
penting, penting, kurang penting & tidak penting
2.
Catat
pengeluaran harian
Mencatat pengeluaran secara
detil dapat membantu kita untuk mengetahui mana pengeluaran yang memang perlu
dan merupakan kebutuhan dan pengeluaran mana yang mana yang kurang perlu dan
bisa dikesampingkan di hari kemudian.
3.
Menabung
Dalam hal ini menabung dapat
digolongkan dalam 2 bagian yaitu menabung di dunia untuk berjaga-jaga atas
kebutuhan yang mendesak dan menabung untuk akherat berupa harta yang kita
nafkahkan di jalan Allah sebagai investasi kita untuk masa depan yang abadi.
Investasi akherat tidak akan pernah merugi bahkan akan berlipat ganda tak hanya
di akhirat nanti tapi juga akan menambah rizki kita di dunia. Kedua tabungan
ini harus kita usahakan pemenuhannya supaya ketenangan hidup kita bertambah.
4.
Manajemen
hutang
Sebelum
memutuskan untuk berhutang, sebaiknya perhatikan lebih dahulu, untuk apa kita
berhutang? Kalau hanya sekedar memenuhi keinginan sesaat saja, maka sebaiknya
jangan berhutang. Keinginan untuk hidup enak sesaat sering mengabaikan dampak
jangka panjang. Akan tetapi hutang yang diambil haruslah sejalan dengan tujuan
masa depan yang telah ditentukan, mesilanya kredit pemilikan rumah atau mobil.
• Teliti sebelum berhutang. Bedakan keinginan dan
kebutuhan.
• Untuk apa hutang tersebut digunakan
• Berapa besar hutang yang ingin dan mampu di ambil
5.
Hemat
dan sederhana
Hemat tidak sama dengan
pelit, sederhana tidak berarti menderita. Membelanjakan harta secara sederhana
berarti membelanjakan harta sesuai dengan kebutuhan, tidak berlebihan(boros)
namun tidak pelit. Sikap ini bersifat relatif, tidak sama antara satu orang
dengan orang lain karena kebutuhan setiap orang berbeda-beda. Misalnya mobil
kijang merupakan barang yang sederhana bagi seorang ketua MPR, namun bagi
seorang pegawai rendahan bisa menjadi benda yang sangat mewah dan berlebihan.
Begitu juga dengan communicator atau IPhone, bagi seorang eksekutif yang setiap
hari harus berhubungan dengan dunia internet merupakan hal yang wajar. Namun
bagi seorang remaja yang masih gaptek dan hanya membeli HP untuk keperluan
nelpon dan SMS maka IPhone merupakan benda yang sangat mewah. Intinya sederhana
atau mewah tidak terletak pada mahalnya harga suatu barang, namun pada siapa
pemiliknya dan apa kebutuhannya.
Sederhana tidak berarti harus mengenakan pakaian yang
usang dan bertambal, HP yang sudah sering drop atau mengendarai motor yang jago
mogok. Sepanjang kita mempunyai dana maka tidak terlarang untuk membelanjakan
harta untuk membeli hal yang memang kita perlukan. Rasulullah mempunyai seekor
unta merah yang hebat, sekelas dengan mobil mewah Jaguar. Rasulullah juga
mempunyai sebuah pedang yang bagus dan kuat. Namun hal ini tidak mengurangi
kesederhanaan Rasulullah karena memang beliau membutuhkannya. HP sering drop
bisa menghambat dakwah karena susah dihubungi, motor yang sering mogok malah
berbiaya tinggi karena harus sering keluar masuk bengkel, Pakaian yang sudah
usang bisa menjadi bahan omongan orang. Jadi tempatkanlah segala sesuatu dengan
sebagaimana mestinya.
6.
Ukur
kemampuan diri
Jangan bergaya hidup mewah padahal kita tidak
mampu. Bahkan Rasulullah selalu hidup sederhana meskipun beliau bisa hidup
mewah jika beliau ingin. Tidak perlu gengsi karena barang-barang kita tidak
bermerk, murahan atau sedikit kuno sepanjang masih bisa berfungsi dengan baik
dan bisa menunjang kegiatan kita it’s OK.
7.
Cari
penghasilan sampingan
Gali dan kembangkan keahlian dan hobi yg kita
miliki, jadikan sebagai peluang untuk mendapatkan maisyah/penghasilan. Tidak
perlu mengeluh karena kekurangan modal. Sepanjang ada kemauan untuk maju, maka
Allah pasti akan memberikan jalan.
Bab
3
Penutup
A.
Kesimpulan
dengan
menentukan skala prioritas kita akan tahu mana yang harus dikerjakan lebih
dahulu, sehingga nantinya tidak akan berdampak buruk pada diri sendiri.
B.
Saran
Kita
harus menerapkan manajemen waktu yang baik. Membuat skala prioritas bukan hanya
tentang merencanakan agenda-agenda mana yang harus didahulukan, tapi juga
tentang durasi setiap agenda sehingga semuanya dapat berjalan dengan baik.
Daftar Pustaka

• Tulis pos-pos rencana Pendapatan dan Pengeluaran dalam satu bulan
• Atur pengeluaran jangan sampai lebih besar pasak daripada tiang
•Bedakan antara kebutuhan dan keinginan
• Buat skala prioritas, mana kebutuhan yang sangat penting, penting, kurang penting & tidak penting
• Teliti sebelum berhutang. Bedakan keinginan dan kebutuhan.
• Untuk apa hutang tersebut digunakan
• Berapa besar hutang yang ingin dan mampu di ambil
Sederhana tidak berarti harus mengenakan pakaian yang usang dan bertambal, HP yang sudah sering drop atau mengendarai motor yang jago mogok. Sepanjang kita mempunyai dana maka tidak terlarang untuk membelanjakan harta untuk membeli hal yang memang kita perlukan. Rasulullah mempunyai seekor unta merah yang hebat, sekelas dengan mobil mewah Jaguar. Rasulullah juga mempunyai sebuah pedang yang bagus dan kuat. Namun hal ini tidak mengurangi kesederhanaan Rasulullah karena memang beliau membutuhkannya. HP sering drop bisa menghambat dakwah karena susah dihubungi, motor yang sering mogok malah berbiaya tinggi karena harus sering keluar masuk bengkel, Pakaian yang sudah usang bisa menjadi bahan omongan orang. Jadi tempatkanlah segala sesuatu dengan sebagaimana mestinya.
Jangan bergaya hidup mewah padahal kita tidak mampu. Bahkan Rasulullah selalu hidup sederhana meskipun beliau bisa hidup mewah jika beliau ingin. Tidak perlu gengsi karena barang-barang kita tidak bermerk, murahan atau sedikit kuno sepanjang masih bisa berfungsi dengan baik dan bisa menunjang kegiatan kita it’s OK.
Gali dan kembangkan keahlian dan hobi yg kita miliki, jadikan sebagai peluang untuk mendapatkan maisyah/penghasilan. Tidak perlu mengeluh karena kekurangan modal. Sepanjang ada kemauan untuk maju, maka Allah pasti akan memberikan jalan.