Menu

contoh makalah

Makalah Pacaran Sehat














Disusun oleh :
Nama    : Rima Melati
Kelas     : x ips 6



SMA Negeri 5 Kota Jambi
Tahun Ajaran 2014/2015


Kata Pengantar
Puji syukur kami panjatkan kehadiran Allah SWT. Karena berkat rahmat dan hidayah-Nya kami telah mampu menyelesaikan makalah berjudul “Pacaran Sehat”.
Kami menyadari banyak kekurangan dalam penulisan makalah ini, itu di karenakan kemampuan kami yang terbatas.
Makalah ini bukanlah karya yang sempurna karena masih memiliki banyak kekurangan, baik dalam hal isi maupun sistematika dan teknik penulisan.
Oleh sebab itu, kami sangat mengharapkan saran dan kritik yang membangun demi kesempurnaan makalah ini. Semoga makalah ini bisa memberikan manfaat bagi kami dan bagi pembaca. Amin.







Jambi, 2 Februari 2015


Penulis





Daftar isi

Kata Pengantar………………………………………………………………………………………………………………………………….2
Daftar isi…………………………………………………………………………………………………………………………………………...3
Bab 1 Pendahuluan………………………………………………………………………………………………….………………..........4
A.  Latar belakang……………………………………………………………………………………………………………………4
B.  Rumusan Masalah…………………………………………………………………………………………….…………………4
C.  Tujuan Penulisan………………………………………………………………………………………………………………..4
Bab 2 Pembahasan…………………………………………………………………………………………….…………………..………..5
A.   Penertian Pacaran Sehat…………………………………………………………………………………………….…..5
B.    Cara berpacaran sehat….………………………………………………………………………………..………………..5
C.    Dampak dari pacaran sehat………………………..……………………………..……………………………………..5
·         Dampak positif………………………………………………………………………………………………………..5
·         Dampak Negatif……………………………………………………………………………………………………..6
D.   Dalil tentang Pacaran Sehat……………………………………………………………………………………………7
E.    Tips Pacaran Sehat……………………………………………………………………………………………………………8
Bab 3 Penutup……………………………………………………………………………………………………………………………………9
A.  Kesimpulan……………………………………………………………………………………………………………………………9
B.  Saran…………………………………………………………………………………………………………………………………....9
Daftar Pustaka





Bab 1
Pendahuluan

A.      Latar belakang

Di zaman  sekarang yaitu zaman globalisasi, pacaran telah menjadi semacam life style atau gaya hidup baru bagi remaja dan merupakan hal yang lumrah. Remaja mengalami perubahan fisik dan psikis pada masa-masa yang dilaluinya, dimana remaja ingin mencoba karena terdorong rasa ingin tahu mereka yang tinggi. Remaja memiliki banyak waktu senggang diantara jam kuliah atau pulang sekolah ataupun antara kuliah, remaja belum memiliki orientasi materi karena kehidupannya masih serba ditanggung oleh orangtuanya, jadi tidak ada hal penting yang terlalu membebani pikiran remaja. Celakanya, Gaya pacaran remaja di zaman sekarang telah mengarah pada perilaku yang diluar batas, disinilah mulai muncul masa pacaran yang didalamnya terkait perilaku seks untuk mengisi waktu senggang mereka, dan tidak menutup kemungkinan untuk melakukan perilaku seks yang tidak semestinya mereka lakukan. Karena enaknya gaya pacaran sekarang membuat para anak muda lupa ingatan kali apa lagi orang tua yang tidak memberikan aturan-aturan hingga terkesan free (bebas).
Perilaku seksual adalah perilaku yang muncul oleh karena dorongan seksual. Perilaku seksual bermacam-macam mulai dari bergandengan tangan, pelukan, kissing necking, petting, licking dan sampai berhubungan seksual. Dan perilaku seksual bisa diibaratkan seperti bola salju yang sekali dilepaskan dari atas bukit akan semakin membesar terus dan susah untuk dihentikan.
Saatnya menyelidiki, bagaimana  cara berpacaran yang baik dan tidak menyusahkan  atau merugikan salah satu pihak. Mungkin sebagian dari kita pernah menanyakan hal tersebut ke teman, media-media elektronik, sahabat atau bahkan ke orang tua bahkan sampai ada juga yang konsultasi pada psikiater atau psikolog. Nah, Apa arti Pacaran sehat? cermati pacaran sehat dalam makalah berikut ini.

B.      Rumusan masalah
1.       Apa itu pacaran sehat?
2.       Cara berpacaran sehat?
3.       Apa dampak dari berpacaran sehat?
4.       Tips berpacaran sehat?

C.      Tujuan Penulisan
1.       Mengetahui tentang pacaran sehat.
2.       Mengetahui cara berpacaran sehat.
3.       Mengetahui dampak dari berpacaran sehat.
4.       Tips cara berpacaran sehat.




Bab 2
Pembahasan

A.      Pengertian Pacaran Sehat
Pacaran sehat adalah pacaran yang memperhatikan batasan batasan apa yang boleh dilakukan dan apa yang tidak boleh dilakukan dalam berpacaran menurut norma umum di masyarakat. Memang norma di masyarakat bergerak dinamis, dan berubah dari waktu ke waktu. Namun setidaknya ada batasan minimal tentang apa yang boleh dilakukan dan apa yang tidak boleh dilakukan. 

B.      Cara berpacaran sehat.
1.        Sehat fisik. Sehat secara fisik berarti enggak ada kekerasan dalam berpacaran. Biarpun cowok secara fisik lebih kuat, bukan berarti bisa seenaknya menindas kaum cewek. Pokoknya, dilarang saling memukul, menampar, apalagi menendang.

2.        Sehat emosional. Hubungan kita dengan orang lain akan terjalin dengan baik apabila ada rasa nyaman, saling pengertian dan keterbukaan. Kita enggak cuma dituntut untuk mengenali emosi diri sendiri, tetapi juga emosi orang lain. Dan yang penting lagi adalah bagaimana kita mengungkapkan dan mengendalikan emosi dengan baik. Kita memang enggak boleh juga melakukan kekerasan nonfisik, marah-marah, apalagi mengumpat-umpat orang lain, termasuk pacar kita.

3.        Sehat sosial. Pacaran tidak mengikat. Artinya, hubungan sosial dengan yang lain harus tetap dijaga.

4.        Sehat seksual. Secara biologis, kita yang masih remaja ini mengalami perkembangan dan kematangan seks. Tanpa disadari, pacaran juga memengaruhi kehidupan seksual seseorang. Kedekatan secara fisik bisa memicu keinginan untuk melakukan kontak fisik. Kalau diteruskan, bisa enggak terkontrol alias kebablasan. Jadi, dalam berpacaran kita harus saling menjaga. Artinya enggak melakukan hal-hal yang berisiko.

C.      Dampak dari Pacaran Sehat.
§  Dampak positifnya antara lain sebagai berikut:
1.       Prestasi sekolah
Pacaran bisa meningkatkan prestasi belajar kita. Prestasi meningkat biasanya karena semangat belajar yang naik akibat ada pacar yang senantiasa memberikan dorongan dan perhatian atau karena ingin membuktikan kepada orangtua bahwa meskipun kita pacaran prestasi belajar kita tidak terganggu.

2.       Lebih dewasa           
Kita dapat lebih dewasa lagi dalam segala hal. 
Contohnya: laki-laki lebih dapat mengerti keadaan perempuannya dapat lebih perhatian dan dapat lebih tahu keadaan perempuannya, laki laki itu dapat berfikir lebih dewasa lagi ,menjadi tidak manja, dan tambah lebih sabar lagi. Terakhir, dapat memahami perasaan orang lain.

3.       Pergaulan sosial
Pergaulan sosial dengan teman sebaya maupun lingkungan sosial sekitar bisa menjadi meluas atau menyempit. Pergaulan menjadi sempit kalau kita lebih banyak menghabiskan waktu hanya berdua, enggak gaul lagi dengan teman lain. Makin lama biasanya kita menjadi sangat bergantung pada pacar kita atau sebaliknya dan tidak memiliki pilihan interaksi sosial lainnya.

4.       Berkembang perilaku baru

Pada dasarnya Pacaran dapat bermakna munculnya perilaku yang positif. Pacaran bisa membantu orang mengembangkan perilaku yang positif kalau interaksi yang terbentuk bersifat positif.

Misalnya, pacaran dengan orang yang sangat peduli sama orang lain dan penolong, maka kita yang tadinya cuek bisa saja tertular, kita jadi dapat perduli terhadap orang di sekitar kita.contohnya orang yang sudah tidak mampu lagi, kita jadi bisa dapat ikut merasakan sulitnya kehidupan di luar. Bisa jadi kita berfikir untuk menyisakan uang saku kita untuk membantu orang yang sedang kesulitan tersebut.

§  Dampak Negatif dari pacaran:

1.        Mudah terjerumus ke perzinaan. Tak terhitung lagi jumlah pemuda muslim yang benar-benar terjerumus dalam perzinaan yang diawali dari aktivitas pacaran. Kalau sudah berzina, berarti ia telah melakukan dosa besar yang akan menyebabkan dampak-dampak buruk lainnya baik yang ia rasakan di dunia maupun di akhirat. Beberapa pelaku pacaran seringkali menyangkal tentang hal ini. Kata mereka, asalkan bisa menjaga hati.

2.        Melemahkan Iman. Orang yang pacaran cenderung meletakkan rasa cinta kepada kekasihnya di atas rasa cinta kepada Sang Pencipta. Tak perlu mengelak ataupun mengiyakan, sebab pernyataan ini bisa dibuktikan dengan kualitas ibadah seseorang. Jika kualitas ibadah seseorang menurun setelah mengalami jatuh cinta, itu artinya porsi kecintaannya kepada Allah berkurang. Ia jadi jarang ke Masjid, jarang membaca Al Quran, meninggalkan shalat sunnah, bahkan beberapa hafalannya hilang, serta banyak ibadah lain yang terlewatkan.

3.        ‘melatih’ kemunafikan. Orang yang berpacaran itu seringkali menipu, berusaha agar pasangannya yakin bahwa ialah yang terbaik. Memang tidak semua.. tapi umumnya begitu. Ia akan menampakkan hal-hal yang baik di depan kekasihnya. Adapun hal-hal yang buruk sebagian besar ia sembunyikan. Sebagian orang ada yang sengaja menunjukkan beberapa keburukannya kepada kekasihnya sekedar untuk meraih simpati, mencari kesamaan, mendapatkan pemakluman, atau sebagai bumbu-bumbu romantisme belaka. Namun tidak jarang orang yang berpacaran mengatakan sesuatu yang sebenarnya bertentangan dengan hati kecilnya.

4.       Menjadikan panjang angan-angan. Orang yang sedang jatuh cinta seringkali teringat dengan orang yang dicintainya itu. Lalu ia memikirkan sesuatu, berandai-andai setiap waktu tentang apa yang akan dilakukan nanti saat bertemu, tentang apa yang akan diberikan saat itu, tentang kata-kata yang akan diucapkan sebagai bumbu, dan masih banyak lagi.

5.       Mengurangi produktivitas. Jika tidak pacaran, seorang siswa tentunya bisa melakukan aktivitas lain yang lebih produktif; misal membuat karya seni, menulis artikel, cerpen, puisi, karya tulis, mengerjakan PR, atau yang lainnya. Namun seringkali produktivitasnya turun lantaran ia berpacaran.

D.      Dalil tentang pacaran sehat
§  Al-Qur’an
1.        Al-Ahzab ayat 53:
“Dan jika kalian (para shahabat) meminta suatu hajat (kebutuhan) kepada mereka (istri-istri Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam) maka mintalah dari balik hijab. Hal itu lebih bersih (suci) bagi kalbu kalian dan kalbu mereka.”

2.       Al-Isra`: 32
“Dan janganlah kalian mendekati perbuatan zina, sesungguhnya itu adalah perbuatan nista dan sejelek-jelek jalan.”

3.       An-Nur ayat 30:
Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandanganya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat.”

4.        An-Nur ayat 31:
Katakanlah kepada wanita yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung kedadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putera-putera mereka, atau putera-putera suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara lelaki mereka, atau putera-putera saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita islam, atau budak-budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. Dan janganlah mereka memukulkan kakinyua agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung.”

5.        Al-Ahzab: 32
“Maka janganlah kalian (para istri Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam) berbicara dengan suara yang lembut, sehingga lelaki yang memiliki penyakit dalam kalbunya menjadi tergoda dan ucapkanlah perkataan yang ma’ruf (baik).”

6.       Al Ahzab : 53.
“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu memasuki rumah- rumah Nabi kecuali bila kamu diizinkan untuk makan dengan tidak menunggu-nunggu waktu masak (makanannya], tetapi jika kamu diundang maka masuklah dan bila kamu selesai makan, keluarlah kamu tanpa asyik memperpanjang percakapan. Sesungguhnya yang demikian itu akan mengganggu Nabi lalu Nabi malu kepadamu (untuk menyuruh kamu keluar), dan Allah tidak malu (menerangkan) yang benar. Apabila kamu meminta sesuatu (keperluan) kepada mereka (isteri- isteri Nabi), maka mintalah dari belakang tabir. Cara yang demikian itu lebih suci bagi hatimu dan hati mereka. Dan tidak boleh kamu menyakiti (hati) Rasulullah dan tidak (pula) mengawini isteri- isterinya selama-lamanya sesudah ia wafat. Sesungguhnya perbuatan itu adalah amat besar (dosanya) di sisi Allah.”

§  Hadist
1.       “Sesungguhnya dunia itu manis dan hijau (indah memesona), dan Allah Subhanahu wa Ta’ala menjadikan kalian sebagai khalifah (penghuni) di atasnya, kemudian Allah Subhanahu wa Ta’ala memerhatikan amalan kalian. Maka berhati-hatilah kalian terhadap dunia dan wanita, karena sesungguhnya awal fitnah (kehancuran) Bani Israil dari kaum wanita.” (HR. Muslim, dari Abu Sa’id Al-Khudri radhiyallahu ‘anhu)

2.       “Tidaklah aku meninggalkan fitnah sepeninggalku yang lebih berbahaya terhadap kaum lelaki dari fitnah (godaan) wanita.” (Muttafaqun ‘alaih, dari Usamah bin Zaid radhiyallahu ‘anhuma)

3.       “Hati-hatilah kalian dari masuk menemui wanita.” Seorang lelaki dari kalangan Anshar berkata: “Bagaimana pendapatmu dengan kerabat suami? ” Maka Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Mereka adalah kebinasaan.” (Muttafaq ‘alaih, dari ‘Uqbah bin ‘Amir radhiyallahu ‘anhu)

4.       “Jangan sekali-kali salah seorang kalian berkhalwat dengan wanita, kecuali bersama mahram.” (Muttafaq ‘alaih, dari Ibnu‘Abbas.R.A)

5.       “Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir maka jangan sekali-kali dia berkhalwat dengan seorang wanita tanpa disertai mahramnya, karena setan akan menyertai keduanya.” (HR. Ahmad)

6.       Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam hadits Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu: “Telah ditulis bagi setiap Bani Adam bagiannya dari zina, pasti dia akan melakukannya, kedua mata zinanya adalah memandang, kedua telinga zinanya adalah mendengar, lidah(lisan) zinanya adalah berbicara, tangan zinanya adalah memegang, kaki zinanya adalah melangkah, sementara kalbu berkeinginan dan berangan-angan, maka kemaluan lah yang membenarkan atau mendustakan.”


E.       Tips pacaran sehat
a.        Bila kamu berpacaran orang tua kamu harus tahu.
Kalian harus memperkenalkan pacar kamu kepada orang tua masing masing. Hal ini sangat penting dan jangan pernah menjalin hubungan pacaran yang orang tua kamu tidak kenal karena sangat berbahaya.
b.      Usahakan semaksimal mungkin agar pacaran tidak mengganggu kegiatan belajar. Bila gaya pacaran kalian mengganggu belajar maka kalian akan rugi sendiri karena tugas utama kalian adalah belajar. Untuk itu:
·         Jangan berpacaran ketika jam pelajaran sekolah.
·         Habiskan sebagai besar waktumu untuk belajar bukan untuk pacaran.
·         Bila anda pacaran tapi gagal dalam belajar masa depan kalian akan hancur. Sedangkan bila anda putus cinta anda bisa mengulanginya lagi dengan menemukan cinta yang baru
c.       Jaga diri dan peganganmu.
Ketika kamu sudah berani berpacaran berarti kamu harus bisa menjadi orang dewasa dalam artian kalian harus bertindak dan berperilaku secara dewasa. Jaga diri kalian dari hal hal yang berbau negatif. Bila kalian salah melangkah maka masa depan kalian akan hancur. Bila anda tidak mampu menjaga diri dan pasangan lebih baik tidak usah pacaran. Itu lebih aman. Jangan rusak masa depanmu dan masa depan pacar dengan tindakan bodoh yang menyesatkan.

Bab 3
Penutup

A.      Kesimpulan
Pacaran bagi remaja sebenarnya merupakan hal yang lumrah, apalagi masa remaja adalah masa di mana seseorang memiliki rasa ketertarikan yang kuat terhadap lawan jenis. Sayangnya, gaya pacaran remaja di zaman sekarang telah mengarah pada perilaku yang diluar batas, disinilah mulai muncul masa pacaran yang didalamnya terkait perilaku seks untuk mengisi waktu senggang mereka, dan tidak menutup kemungkinan untuk melakukan hubungan seks yang tidak semestinya mereka lakukan. Pacaran sebenarnya merupakan waktu bagi sepasang individu untuk saling mengenal satu dengan yang lain. Pacaran pastinya memiliki efek dan bias terhadap kehidupan masing-masing. baik secara positif ataupun negatif tergantung bagaimana cara menjalaninya. Selama pacaran dilakukan dalam batas-batas yang benar, pacaran dapat mendatangkan banyak hal positif. Dengan kata lain yang perlu dan harus dijalani adalah ”pacaran sehat”.

B.      Saran
Kesadaran diri untuk menentukan pilihan tersebut menjadi hal yang utama. Semua balik ke pribadi remaja itu sendiri bagaimana menyikapi pacaran yang sehat. Namun, tujuan dan tanggung jawab yang jelas dapat membawa dampak positif saat berpacaran. Cobalah menilai calon pacar kita dengan berbagai sudut pandang, baik sisi keluarganya, pergaulan serta imannya kepada Tuhan YME. Jangan hanya melihat yang tampak bagus diluarnya tetapi juga yang ada didalamnya. 


























Daftar Pustaka




0 komentar:

Posting Komentar